Kampanye di Medsos Rawan Picu Konflik, Bawaslu Siapkan Alat Tracking

erfan erlin
Bawaslu menyebut kampanye di medsos rawan memicu konflik.(Foto: Ilustrasi/Ist)

Lolly tidak ingin peristiwa pemilu sebelumnya terulang lagi pada Pemilu 2024. Terlebih penyelenggaraan pemilu berdekatan dengan pemilihan kepala daerah. Oleh karenanya kampanye melalui media sosial maupun tempat umum sebetulnya memiliki potensi muncul politisasi isu SARA.

Kampanye dengan isu tersebut berpotensi berpotensi memicu berbagai hal. Mulai dari konflik hingga berujung kekerasan, intimidasi terhadap pemilih, peserta, penyelenggara, hingga perusakan fasilitas pemilu. 

"Jika tidak dikelola dengan baik akan bermuara pada bentrok dan tindak kekerasan," ujarnya 

Pada pemilu lalu, bangsa Indonesia sempat tercerai berai, timbul permusuhan pascaresidu pemilu. Friksi itu bahkan sampai sekarang masih ada sehingga mengganggu iklim berbangsa dan bernegara.

Bawaslu akan memasifkan edukasi kepada masyarakat secara umum agar tak menggunakan isu SARA dalam berkegiatan politik. Masyarakat yang mendapat informasi dari media sosial diminta tidak langsung percaya. 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Fakta di Balik Bentrok 2 Desa di Halmahera Tengah, Ini Kata Kapolda Maluku Utara

57 tahun lalu

Ungkap Fakta Pembunuhan di Halmahera Tengah, Mabes Polri Turunkan Tim Khusus

57 tahun lalu

Kapolda Maluku Utara Pastikan Situasi Halmahera Tengah Aman usai Konflik Warga

57 tahun lalu

Hina Suku Sunda, Resbob Dilaporkan ke Polda Banten Dugaan Ujaran Kebencian

57 tahun lalu

Viral Influencer Resbob Diduga Hina Sunda, Wagub Jabar Desak Polisi Tangkap Pelaku SARA!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal