Kasus Demam Berdarah Dengue di Kulonprogo Melonjak, Dinkes Catat Rekor Tertinggi

Kuntadi
Kasus DBD di Kulonprogo tertinggi sepanjang 24 tahun. (Foto: Ilustrasi/Ist)

Kasus DBD tertinggi ditemukan pada rentang usia 15-43 tahun dengan 352 orang, di atas 44 tahun ada 140 orang. Sedangkan antara 5-14 tahun ada 116 orang dan balita 30 orang. 

“Untuk kasus kematian ada lima di Wates, Panjatan, Galur, Pengasih dan Samigaluh,” katanya. 

Untuk mencegah penularan, Dinkes minta masyarakat mengintensifkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).  Cara ini lebih efektif dibanding menggunakan pengasapan (fogging). 

“Selain biayanya mahal, fogging juga berdampak nyamuk menjadi lebih kebal,” katanya. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kulonprogo, Rina Nuryati mengatakan, untuk penanganan pasien telah disiapkan sembilan rumah sakit, 21 puskesmas dan 13 klinik.

“Kami juga melakukan pengendalian vektor, tata laksana kasus, surveilans epidemiologi, penanggulangan kasus bila terjadi kejadian luar biasa (KLB) dan penyuluhan,” ujarnya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Stok Darah PMI Sidoarjo Kritis, Padahal Permintaan Trombosit bagi Pasien DBD Meningkat

57 tahun lalu

162 Orang di Bangka Barat Terjangkit DBD, Paling Banyak Kecamatan Mentok

57 tahun lalu

Kabar Duka, Wakil Ketua DPRD Jateng Meninggal Dunia

57 tahun lalu

DBD di Bali Capai 2.372 Kasus sejak Awal Tahun, 4 Orang Meninggal

57 tahun lalu

Tren Kasus DBD di NTT Naik Signifikan, Masyarakat Diminta Waspada

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal