BANTUL, iNews.id – Kasus pencurian dan pembunuhanpenjaga malam kampus Akademi Komunikasi Radya Binatama (AKRB) Witarno pada 30 November 2015 silam, akhirnya terungkap. Polisi mengamankan pelaku Yuli Widodo dari sidik jari yang tertinggal di lokasi kejadian.
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto mengatakan, kasus pembunuhan ini menimpa Witarno warga Borobudur, Magelang. Saat itu korban ditemukan dengan kondisi luka terbuka di kening dan beberapa tubuhnya.
Polisi yang melakukan penyelidikan menemukan sejumlah sidik jari dari pelaku. Berkat kejelian petugas, pelaku ini teridentifikasi melakukan kasus pencurian di SMA Depok, Sleman. Dari situlah dilakukan pencocokan sidik jari dan dari penelusuran di e-KTP muncul nama Yuli Widodo.
“Karena sidik jarinya identik, kami amankan pelaku,” katanya.
Aksi pencurian yang dilakukan tersangka ternyata cukup banyak. Dari pencocokan sidik jari terungkap pelaku juga ternyata beraksi di beberapa TKP lain. Setidaknya ada empat lokasi kejahatan yang ditemukan petugas.
“Pelaku ini residivis dan pernah menjalani pidana di Sleman,” katanya.