Komnas HAM Akan Mediasi Penolak Bandara NYIA dengan PT Angkasa Pura

Kuntadi
Bangunan rumah warga yang terdampak pembangunan Bandara NYIA dirobohkan dengan alat berat beberapa waktu lalu. (Foto: dok iNews.id)

Untuk itulah nantinya Komnas HAM akan mengundang semua pihak. Bupati Kulonprogo sebagai wakil dari pemda, PT Angkasa Pura dan warga harus duduk satu meja dengan posisi yang sama.

Selain itu, Komnas HAM juga akan mencoba mendetailkan maksud warga penolak dengan istilah “pokoke”. Apa memang mereka menolak bandara dan tidak mau pindah, atau minta relokasi dengan fasilitas sama dengan lokasi lama atau seperti apa. “Kami akan duduk bersama, tidak boleh ada lagi pokoke,” ucapnya.

Sementara Koordinator Sub Komisi Penegakan HAM Amirudin mengatakan, tidak ada kata terlambat dalam menyelesaikan konflik di masyarakat. Termasuk dalam perkara pembangunan Bandara NYIA di Kabupaten Kulonprogo. “Tidak ada kata terlambat untuk penyelesaian,” katanya.

Sekda Kulonprogo Astungkoro menyambut baik wacana mediasi ini agar problematika yang ada tidak berkembang luas. Saat ini masih ada sebagian kecil warga yang belum bisa mencairkan dana konsinyasi. Termasuk ada yang masih bertahan di masjid di dalam IPL. “Semoga mediasi ini berhasil dalam bisa mneyelesaikan problematika yang ada,” ujar Astungkoro.

Pemkab Kulonprogo sebenarnya sudah berupaya melakukan pendekatan kepada masyarakat yang masih bertahan dan menolak. Namun mereka tidak bisa diajak komunikasi untuk menyelesaikan tuntutan. Padahal pemkab sudah banyak menyiapkan kompensasi dan alih pekerjaan melalui pelatihan. “Saat ini sudah ada sekitar 1.000-an orang yang bekerja di sana (proyek bandara),” ujarnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
17 hari lalu

Kecelakaan Beruntun 3 Kendaraan di Kulonprogo, 1 Orang Luka-Luka

27 hari lalu

Mengerikan! Truk Towing Bermuatan Alat Berat Meluncur Mundur Tabrak Masjid di Kulonprogo

2 bulan lalu

Korban Penembakan di Kembru Papua Bertambah Jadi 12 Orang, 1 di Antaranya Anak-Anak

3 bulan lalu

20 Orang Tewas di Papua, Menteri HAM: Butuh Keputusan Politik Tingkat Tinggi Atasi Konflik

4 bulan lalu

5 DPO Penyerangan Tambrauw Menyerahkan Diri usai Negosiasi dengan Komnas HAM Papua

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal