KPAI Sebut Siber Pornografi pada Anak Duduki Peringkat 3 Kejahatan Seksual di Indonesia

erfan erlin
Polda DIY menunjukkan para tersangka dalam kasus siber pornografi yang melibatkan anak di bawah umur. (foto: MPI/Erfan Erlin)

Ketika proteksi dan literasi orangtua lemah dalam penggunaan media digital, maka kerentanan anak menjadi korban itu cukup tinggi. Baik itu korban dampak negatif menggunakan media digital dan kerentanan-kerentanan yang lain.

Dulu pada saat melihat anak-anaknya pukul 17.0 WIB sudah berada di rumah membuat orangtua sudah merasa aman. Namun saat ini berbeda, karena meski berada di rumah mereka belum tentu aman dari media digital. 
 
"Banyak anak-anak yang menjadi korban pornografi, traficing. Padahal sejatinya korban di rumah komunikasi dengan pelaku. Kondisi ini tentu tangan berat untuk melakukan pengawasan," ujarnya.

Peran guru sangat penting dalam menyisipkan dan mengintegrasikan dalam pembelajaran. Meski banyak sumber ilmu pengetahuan di media digital, integrasi literasi di dalam ruang-ruang pembelajaran sangat penting. Anak-anak harus dilindungi agar tidak menjadi korban atau pelaku penyebaran konten-konten negatif dalam media digital.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
23 hari lalu

Live TikTok Konten Pornografi demi Gift, Perempuan di Medan Ditangkap Polisi

27 hari lalu

Polda Jabar Bongkar Kasus Pornografi Anak Pakai AI di Ruang Digital, 8 Pelaku Ditangkap

3 bulan lalu

Kronologi Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul Berujung Proses Hukum, 31 Saksi Diperiksa

3 bulan lalu

Polisi Gunakan KUHP Baru di Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul, Ini Pasal yang Diterapkan

3 bulan lalu

Duduk Perkara Eks Ketua BEM UGM Tiyo Temukan Alat Pelacak di Mobil

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal