Menko Polhukam Mahfud MD Sebut Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Menurun

Yohanes Demo
Menko Polhukam, Mahfud MD menyebut indeks persepsi korupsi masyarakat internasional terhadap Indonesia mengalami penurunan cukup drastis. (Foto istimewa)

Yang menjadi masalah bukan karena penegakan hukumnya di bidang korupsi, karena penegakan hukum itu naik. Penilaian bukan hanya pada kasus korupsi, tetapi juga proses birokrasinya. Misalnya, perizinan pengusaha, orang berpendapat ini banyak korupsi. Mau investasi saja kok sulit. Orang sudah punya izin di satu tempat kok tiba-tiba dipindahkan ke orang lain.

Untuk itulah pemerintah mengeluarkan Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptakerja) dalam bentuk Omnibuslaw. Ini untuk memangkas jalur birokrasi, untuk mengurangi praktik-praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Pemerintah juga akan menerapkan digitalisasi di dalam sistem birokrasi pemerintahan. 

Pemerintah saat ini sangat bersungguh-sungguh dan serius melakukan pemberantasan korupsi di Indonesia. Kebijakan-yang bersifat strategis menurunkan praktik korupsi terus dikedepankan.

"Oleh sebab itu, ada program digitalisasi pemerintahan namanya SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik), ini akan disahkan oleh Presiden agar korupsi, kolusi, pembayaran di bawah mejabisa ditangkal. Banyak juga kan kalau kita lihat proses perizinan di daerah pertambangan, perhutanan dan sebagainya itu banyak kolusinya," beber Mahfud MD.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Anggota Bawaslu Gunungsitoli Divonis 1 Tahun Penjara Kasus Pungli Honor Pokja

57 tahun lalu

Eks Pejabat Kemensos Jadi Tersangka Korupsi Bantuan Kapal Nelayan di Ende

57 tahun lalu

Hakim Bebaskan 4 Terdakwa Korupsi Kasus Penjualan Lahan Eks PTPN II

57 tahun lalu

Alasan Kejari Setop Kasus Dugaan Korupsi Wawali Bandung Erwin, Ternyata karena Ini

57 tahun lalu

Korupsi Anggaran BBM Subsidi, Eks Camat Medan Polonia Dituntut 2 Tahun Penjara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal