Merapi Erupsi, BPPTKG Yogyakarta Terbitkan Zona Orange untuk Penerbangan

Kastolani Marzuki
Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jateng kembali erupsi dengan memuntahkan awan panas setinggi 3.000 meter, Senin (14/10/2019) sore. (Foto: iNews.id/Tata Rahmanta)

Dia menjelaskan, erupsi Gunung Merapi itu sebelumnya tidak teramati peningkatan data pemantauan yang signifikan menjelang kejadian. “Kejadian ini disebabkan akumulasi gas vulkanik yang terlepas secara tiba-tiba,” ucapnya.

Menurut Hanik, ancaman bahaya dari erupsi itu sama seperti sebelumnya yakni, awan panas letusan (APL) yang bersumber dari material kubah lava.

Hasil pemodelan menunjukkan jika kubah lava saat ini 468.000 meter kubik runtuh. “Luncuran awan panas ini tidak melebihi radius 3 km,” ucapnya.

Terkait erupsi Merapi, Hanik mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 km seperti yang telah direkomendasikan.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
20 hari lalu

Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya Lumpuh Imbas Kabut Asap, 3 Penerbangan Dibatalkan

27 hari lalu

Gunung Merapi Erupsi Luncurkan Wedhus Gembel 2 Km ke Kali Sat, Warga Diminta Waspada

1 bulan lalu

Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya

1 bulan lalu

Kebakaran Hutan di Taman Nasional Gunung Merapi Hanguskan 4 Hektare Lahan

1 bulan lalu

Api Hanguskan 4 Hektare Hutan di Kawasan Gunung Merapi Magelang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal