Okupansi Hotel di DIY Turun, PHRI: Perlu Insentif dan Potongan Pajak

Antara
MNC Land Perluas Jaringan Hotel di Yogyakarta. (Foto: dok iNews)

YOGYAKARTA, iNews.id - Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan kalangan pengusaha hotel dan restoran. Okupansi hotel di DIY turun, sehingga pengusaha minta ada keringanan pajak. 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan, belakangan ini tingkat okupansi hotel sudah mencapai 60-70 persen. Namun kenaikan harga BBM menjadikan okupansi turun menjadi 50 persen.  

“Paling parah dirasakan hotel bintang dua ke bawah,” kata Deddy, Jumat (9/9/2022).  

Bagi kalangan hotel bintang tiga ke atas, kata Deddy masih tertolong adanya meeting, Incentive, convention, exhibition (MICE) dari instansi pemerintah maupun swasta. Sedangkan pesanan hotel ada yang ditunda dan dibatalkan. 

“Sekitar 30 persen pesanan dibatalkan. Ini karena tidak lepas kenaikan biaya transportasi,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Bumi Magnitudo 3,4 Guncang Gunungkidul DIY

57 tahun lalu

Pilu! Remaja Hilang Tenggelam saat Surfing di Pantai Parangtritis Ditemukan Tewas

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 3,3 Guncang Bantul DIY

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini di Gunungkidul DIY, Cek Kekuatan Magnitudonya!

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Gunungkidul, Cek Kekuatan Magnitudonya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal