Permasalahan Sampah Belum Tuntas, Pemuda Sekitar TPST Piyungan Lirik Budi Daya Magot

erfan erlin
Warga sekitar TPST Piyungan mendapatkan pengolahan magot. (foto: istimewa)

Masyarakat sebenarnya menuntut agar TPST Piyungan ditutup secara permanen. Mereka juga berusaha membantu pemerintah mencari solusi permasalahan sampah, salah satunya dengan budi daya Magot. Magot dianggap paling efektif terutama untuk mengatasi masalah sampah organik.

“Selain mengatasi sampah, magot juga memiliki nilai ekonomi, nanti kalau masyarakat tertarik budidaya magot, maka kami akan carikan solusi," ujar dia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho menyambut baik langkah yang diambil para pemuda di Padukuhan Banyakan tersebut. Karena magot merupakan salah satu solusi yang tepat untuk menangani persoalan sampah organik.

"Jadi magot itu timbul dari masalah sampah organik. Kalau dibudidyakan saya kira nanti persoalan sampah akan teratasi sampai target 2025 Bantul bebas sampah bisa tercapai," kata dia.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
6 hari lalu

Tragis! Tersengat Listrik Saat Cari Pakan Ternak, Buruh Tani di Bantul Tewas di Atas Pohon

1 bulan lalu

Kekeringan Mulai Landa Cilacap Jateng, 2 Desa Krisis Air Bersih

1 bulan lalu

Kekeringan di Bondowoso, Polisi Distribusikan Bantuan Air Bersih ke Warga Bersama BPBD

1 bulan lalu

Dampak Darurat Kekeringan, Emak-Emak di Klabang Bondowoso Serbu Droping Air Bersih

3 bulan lalu

Kehabisan Bekal, Sejoli asal Kolombia Ditangkap saat Ngamen di Lampu Merah Bantul

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal