Permintaan Pasar Turun, Petani Bunga Krisan di Kulonprogo Merugi

Kuntadi
dampak Covid-19 membuat petani bunga krisan di Kabupaten Kulonprogo merugi. (Foto: istimewa)

KULONPROGO, iNews.id  - Pandemi Covid-19 telah menyebabkan sejumlah petani bunga krisan di Kabupaten Kulonprogo merugi. Banyak yang beralih profesi menjadi petani sayur karena permintaan bunga krisan di pasar sangat minim. 

Ketua Paguyuban Pengelola Bunga Krisan Seruni Menoreh, Suharno mengatakan, kelompok ini memiliki sekitar 50 orang anggota. Saat ini hanya ada enam orang yang masih bertahan dan menanam bunga krisan. Selebihnya sudah enggan menanam karena sulitnya menjual bunga yang sudah siap dipanen.

“Sejak Maret sampai September permintaan turun. Pasar sepi sekali sulit menjual,” kata Suharno. 

Selama ini petani menjual bunga ke sejumlah hotel atau perajin karangan bunga untuk dijadikan hiasan atau dekorasi. Sebagian lagi diambil pedagang untuk dijual ke luar daerah. Selama masa pandemi, permintaan sangat minim dan banyak petani yang bangkrut.
 
“Banyak yang beralih menanam sayuran, meskipun harganya juga tidak baik,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bupati Kotabaru Lantik Pj Sekda dan Tanam Pohon Ucapan Selamat

57 tahun lalu

Usai Dilantik, Bupati Kotabaru Imbau Ganti Karangan Bunga dengan Tanaman Hidup

57 tahun lalu

Tren Baru, Bibit Pohon Gantikan Karangan Bunga Sambut Pelantikan Bupati Sidoarjo

57 tahun lalu

Karangan Bunga Penuhi SMK 4 Semarang usai Anggota Paskibra Tewas Ditembak Oknum Polisi

57 tahun lalu

Semarakkan Dies Natalis ke-64 ITS, PP IKA ITS Inisiasi Karangan Bibit Tanaman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal