Petani Kulonprogo Tolak Rencana Impor Beras, Ini Alasannya

Budi Utomo
Petani Kulonprogo membawa gabah hasil panen masa tanam pertama. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Petani Kulonprogo menolak kebijakan pemerintah yang akan melakukan impor satu juta ton beras. Mereka khawatir kebijakan ini akan berdampak terhadap harga jual gabah di kalangan petani. 

“Kalau saya pribadi kurang setuju, karena impor itu akan merugikan petani,” kata Setya salah seorang petani di Temon, Kulonprogo.

Setyo mengatakan, hasil panen padi di Kulonprogo cukup melimpah. Bahkan setiap tahun total produksi melebihi kebutuhan masyarakat, sehingga masa ada surplus. Masa tanam padi dalam setahun dua kali dan hasil panenan juga terjaga.

Petani saat ini justru mengeluhkan dengan menurunnya hargajual gabah kering di kalangan petani. Dalam kondisi normal harga gabah kering mencapai Rp4.200 per kilogram. Sedangkan saat ini harga gabah panen hanya Rp3.000 atau menurun dibanding sepekan lalu yang mencapai Rp3.400 per kilogram. Sedangkan harga normal mencapai Rp3.800 per kilogramnya. 

“Belum impor saja harga sudah turun, bagaimana kalau jadi impor. Petani yang akan merugi kalau impor jadi dilakukan,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
1 hari lalu

BULOG Siap Jadi Penyangga Ekosistem Jagung Nasional, Lindungi Petani dan Jaga Keberlanjutan Usaha Peternak

13 hari lalu

2 Petani di Kendal Duel Maut Pakai Tangan Kosong gegara Asmara, 1 Orang Tewas

28 hari lalu

Buaya Berkeliaran di Sawah Warga Wajo, Petani Nyaris Injak Langsung Loncat

1 bulan lalu

Rebutan Air Irigasi Sawah, Petani di Sragen Tewas Ditikam Tetangga

1 bulan lalu

Ditusuk Tetangga saat Jogging, Kakek 65 Tahun di Sragen Tewas Mengenaskan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal