Rudal Hipersonik Milik Amerika di Jerman Bisa Jangkau Rusia dalam 21 Menit

Salsabila Nur Rizki
Gambar rendering rudal hipersonik AS Raytheon. Saat ini AS juga tengah mengembangkan rudal hipersonik jarak jauh Dark Eagle. (Foto: Reuters)

Sementara itu komandan umum unit artileri, Stephen Maranian, mengatakan pengembangan itu akan meningkatkan kemampuan Angkatan Darat AS di Eropa dan Afrika secara signifikan untuk berbagai operasi. 

Bulan lalu, China membuat kejutan dengan menguji coba rudal hipersonik yang diklaim bisa menjangkau sebagian besar negara di dunia. 

Militer AS terkejut setelah mengetahui bahwa rudal China itu mengelilingi Bumi terlebih dulu sebelum menjangkau target meskipun meleset beberapa kilometer.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
4 hari lalu

Jebakan Lowongan Admin Kripto! 3 WNA China Diduga Dalang Sindikat Scamming di Sidoarjo

2 bulan lalu

Tak Terima Ditampar, Operator Ekskavator Lindas TKA China di Luwu Utara

2 bulan lalu

15 WNA China dan Vietnam Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Jual Beli Data Perbankan

2 bulan lalu

Detik-Detik Menegangkan TNI Evakuasi Jenazah Pilot Ditembak OPM di Papua

2 bulan lalu

Dramatis! Evakuasi Pilot Amerika Tewas di Yahukimo, TNI Sisir Lokasi Kejar Pelaku

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal