Sadis, Tentara Australia Bunuh 39 Warga Sipil dan Tahanan di Afghanistan

Arif Budiwinarto
Tentara Australia saat bertugas di Afghanistan. (foto: Wikipedia)

Setelah serangan teror 11 September 2001, lebih dari 26.000 personel berseragam Australia dikirim ke Afghanistan untuk bertempur bersama Amerika Serikat dan pasukan sekutu melawan Taliban, Al-Qaeda, dan kelompok ekstrimis Islam lainnya. Pasukan tempur Australia meninggalkan negara itu pada tahun 2013, tetapi sejak itu muncul laporan perilaku brutal yang dilakukan unit pasukan khusus elite.

Mulai dari laporan tentang tentara yang membunuh seorang anak berusia enam tahun dalam penggerebekan rumah hingga seorang tahanan yang ditembak mati untuk menghemat ruang di dalam helikopter.

Pemerintah Australia berusaha untuk meredam pukulan dari laporan itu, dengan Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan kepada warga Australia pekan lalu untuk bersiap menghadapi "kebenaran yang jujur ?? dan brutal" terkandung dalam dokumen yang disunting itu.

PM Morrison juga menelepon mitranya di Afghanistan, Rabu kemarin, untuk memberi menegaskan bahwa pemerintahnya sangat serius menanggapi beberapa tuduhan yang menganggu tersebut. Kantor Presiden Afghanistan, dalam kicauannya menyebut PM Morrison telah mengungkapkan kesedihan yang paling dalam atas kesalahan tersebut.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
6 hari lalu

Kronologi Kontak Tembak TNI dengan OPM saat Evakuasi Jasad 3 Warga Sipil di Yahukimo

7 hari lalu

Beredar Video Keji KKB Eksekusi 3 Warga Sipil di Yahukimo, 2 Korban Pasutri

7 hari lalu

Keji! 3 Warga Sipil di Yahukimo Tewas Dibantai OPM Pimpinan Kopitua Haluka 

2 bulan lalu

Polisi Gagalkan Penyelundupan 9 WN Uzbekistan ke Australia Lewat Perairan NTT

2 bulan lalu

Hasil Semifinal Piala AFF U-19: Indonesia Gagal ke Final gegara Keputusan VAR!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal