Sadis, Tentara Australia Bunuh 39 Warga Sipil dan Tahanan di Afghanistan

Arif Budiwinarto
Tentara Australia saat bertugas di Afghanistan. (foto: Wikipedia)

CANBERRA, iNews.id - Tentara Australia diduga melakukan kekejaman luar biasa terhadap warga sipil dan tahanan di Afghanistan. Mereka setidaknya membunuh 39 warga sipil dan tahanan Afghanistan secara kejam.

Perwira tinggi militer Australia mengakui ada bukti terpercaya yang menunjukkan pasukan khususnya secara kejam membunuh setidaknya 39 warga sipil dan tahanan Afghanistan. Pernyataan Kepala Jenderal Agkatan Pertahanan Australia, Angus Campbell, muncul sebagai hasil dari investigasi yang memberatkan selama bertahun-tahun terhadap perilaku anggota militer negaranya di Afghanistan.

"Beberapa petugas patroli mengambil alih hukum ke tengah mereka sendiri, aturan dilanggar, cerita dibuat-buat, kebohongan diceritakan dan tahanan dibunuh," kata Jenderal Campbell dikutip dari AFP, Kamis (19/11/2020).

Jenderal Campbell dengan tulus dan tanpa pamrih meminta maaf kepada rakyat Afghanistan. Dia menyebut 25 pasukan khusus Australia yang dituduh melakukan kesalahan dalam 23 insiden telah membawa noda pada resimen mereka, dan angkatan bersenjata Australia.

"Catatan memalukan ini mencakup dugaan kasus di mana anggota patroli baru dipaksa untuk menembak seorang tahanan untuk mencapai pembunuhan pertama prajurit itu, dalam praktik mengerikan yang dikenal sebagai 'blooding'," lanjutnya.

Kekejaman militer Australia selama di Afghanistan

Campbell juga menyerukan agar beberapa medali layanan terhormat yang diberikan kepada pasukan operasi khusus yang bertugas di Afghanistan antara 2007 dan 2013 dicabut.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hasil Semifinal Piala AFF U-19: Indonesia Gagal ke Final gegara Keputusan VAR!

57 tahun lalu

TNI AD Investigasi Peluru Nyasar Lukai 2 Warga di Kampus UNP, Libatkan Polda Sumbar

57 tahun lalu

Oknum Polisi Tembak Warga di Waena, Kapolresta Jayapura: Diproses Pidana dan Etik

57 tahun lalu

WNI di Australia Sebut Gibran Tak Tamat di Insearch Sydney karena Keburu Pulang ke Indonesia

57 tahun lalu

Kapal Perang Australia HMAS Cape Woolamai 318 Bersandar di Pelabuhan Benoa Bali

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal