Usai memerintah Mataram Kuno dan meninggal dunia, Raja Sanjaya lalu digantikan oleh putranya, Sri Maharaja Rakai Panangkaran. Sang raja menjabat pada tahun 760 sampai 780 M.
Uniknya, Rakai Panangkaran menganut agama yang berbeda dari ayahnya. Raja Sanjaya diketahui merupakan penganut Hindu, sedangkan Rakai Panangkaran adalah pemeluk agama Buddha.
Setelahnya, jabatan Rakai Panangkaran diambil alih oleh putranya yang bernama Rakai Panaraban usai ia meninggal dunia. Rakai Panaraban memerintah Kerajaan Mataram Kuno dari tahun 780 sampai 800 M.
Namun saat Rakai Panaraban menjabat, terjadi perpecahan di dalam Kerajaan Mataram Kuno. Perpecahan tersebut menghasilkan dua kubu, yakni Mataram Hindu dinasti Sanjaya dan Mataram Buddha dinasti Syailendra.
Di sisi Mataram Buddha, Dharanendra merupakan raja pertama yang memerintah kerajaan. Lalu saat ia meninggal, Samaratungga yang memiliki anak bernama Pramodhawardani naik takhta dan membangun Candi Borobudur di tahun 850 M.