Talud Jebol 15 Kepala Keluarga di Sleman Rumahnya Terendam

Priyo Setyawan
Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Sleman telah menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumah penduduk. (Foto: iNews.id/Priyo Setyawan)

Setelah terjadi kondensasi akan terbentuk titik-titik air yang terlihat sebagai awan Cumulonimbus (Cb). Lantaran kuatnya energi dorongan ke atas saat terjadi proses konveksi maka puncak awan sangat tinggi hingga sampai freezing level.

Freezing level ini terbentuk kristal-kristal es dengan ukuran yang cukup besar. "Saat awan sudah masak dan tidak mampu menahan berat uap air, terjadi hujan lebat disertai es. Es yang turun ini bergesekan dengan udara sehingga mencair dan ketika sampai permukaan tanah ukurannya lebih kecil," ungkapnya.
 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
8 jam lalu

BMKG Ungkap Penyebab Gempa M6,0 Guncang Oksibil Papua, Dirasakan di Jayapura

9 jam lalu

Gempa Hari Ini M6,1 Guncang Oksibil Papua Pegunungan, Tidak Berpotensi Tsunami

12 jam lalu

BMKG Ungkap Penyebab Gempa M6,2 Guncang Laut Banda Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

13 jam lalu

Update Gempa Hari Ini M 6,4 Guncang Tanimbar Maluku, Getaran Kuat Terasa hingga Sorong

1 hari lalu

BMKG Ungkap Penyebab Tanggamus Diguncang Gempa Beruntun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal