Upacara Tumplak Wajik, Ritual Menandai Dimulainya Grebeg Keraton Yogyakarta

erfan erlin
Salah satu prosesi Tumplak Wajik di Panti Pareden, Magangan, Keraton Yogyakarta. Upacara Tumplak Wajik ini dilakukan menandai dimulainya rangkaian upacara grebeg. (Foto Foto : Dok SINDOnews)

Gejog lesung pun kembali terdengar. Irama Gendhing (lagu) Tundhung (mengusir) Setan yang dimainkan menggunakan lesung dan alu tersebut terus mengalun selama prosesi berlangsung. 

"Sebakul besar Wajik ditumplak pada jodhang, bentuknya serupa silinder dengan ketinggian sekitar pinggul orang dewasa," kata dia.

Rangka Gunungan Wadon yang terbuat dari bambu kemudian dipasang, diikat erat pada pasak besi yang terdapat pada jodhang mustaka gunungan yang telah dipersiapkan sebelumnya dianeka janur ditancapkan pada Wajik tadi. 

Abdi Dalem Keparak mengoles lulur yang terbuat dari dlingo dan bengle pada jodhang. Sinjang (kain panjang) songer kemudian dililitkan pada rangka gunungan. Lilitan tersebut kemudian diikuti lilitan semekan (kain penutup dada perempuan) bangun tulak. 

Gejog lesung berhenti dimainkan, pertanda upacara telah selesai. Lulur dlingo bengle kemudian dibagikan kepada abdi dalem yang bertugas serta pengunjung yang hadir. Tidak lama kemudian, sinjang songerdan semekan bangun tulak dilepas kembali. 

"Dalam kepercayaan tradisional masyarakat Jawa, dlingo dan bengle adalah empon-empoan (rempah-rempah) yang aromanya tidak disukai oleh mahluk halus," ungkapnya. 

Ia menyebut,  gejog lesung dan lulur dlingo bengle berfungsi untuk penolak bala, ungkapan permohonan pada Yang Maha Kuasa agar rangkaian upacara yang diselenggarakan dapat lancar tanpa kendala. 

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Keraton Yogya Berduka, Bagas Korban Tewas saat Glamping Ternyata Fotografer Tundha Yekti

57 tahun lalu

Sekeluarga Tewas di Temanggung, 1 Korban Mahasiswa UGM dan Fotografer Keraton Yogya

57 tahun lalu

Momen Tradisi Riyayan di Grahadi, Warga Jatim Antre Salaman dengan Khofifah

57 tahun lalu

Unik! Tradisi Tumpengan Warnai Lebaran di Blora, Warga Makan Bersama di Masjid

57 tahun lalu

Warga Purworejo Rela Mandi Hujan Rebut 7 Gunungan di Momen Isra Mikraj

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal