Viral Oknum TNI Tampar Petugas SPBU, Dandim: Pelaku Sudah Diamankan

iNews
Joni Nura
Tangkapan layar saat oknum TNI menampar petugas SPBU di Waipare, Jalan Trans Maumere-Larantuka, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka. (Foto: Istimewa)

SIKKA, iNews.id - Oknum anggota TNI menampar petugas SPBU Waipare, Sikka. Video penamparan itu viral di media sosial

Pascaviralnya video itu, Dandim 1603 Sikka, Letkol Inf M Zulnalendra langsung memberikan klarifikasi. Dia menegaskan anggotanya akan diproses hukum meskipun sudah berdamai dengan petugas yang ditampar.

"Anggota kami tetap harus bertanggung jawab. Dia akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di Angkatan Darat. Sesuai aturan yang berlaku, misalnya pasalnya tindakan pidana, di Undang-Undang Hukum Milieter, dia harus melaksanakan seperti itu," kata Dandim Sikka, Rabu (26/6/2021). 

Dia juga menjelaskan, insiden itu terjadi karena kesalahpahaman antara Pelda Joaquim Parera dan Ignasius Nago Bolakinger. Sebab, selama ini sudah ada kerja sama antara TNI - Polri dengan pimpinan SPBU. Adapun bentuk kesepakatannya, apabila petugas TNI - Polri dalam kondisi tertentu, maka bisa didahulukan saat pengisian BBM. 

Namun pada kasus ini, pegawai SPBU tetap meminta oknum anggota TNI AD itu mengantre meskipun sudah mendapat penjelasan mengenai situasi yang dihadapinya, Selasa (25/5/2021) pagi. Hal ini dikarenakan ketidaktahuan petugas SPBU sehingga terjadi kesalahpahaman yang memicu oknum TNI AD itu menampar.

"Jadi kemarin siang anggota kami buru-buru karena akan melaksanakan tugasnya di Desa, Habi. Kebetulan BBM-nya habis, dia akhirnya segera menuju ke pom bensin terdekat di Waipare. Begitu melihat antrean sangat panjang, beliau langsung ke depan," katanya. 

"Biasanya memang kita sudah ada kerja sama, untuk anggpta TNMI atau Polri apalagi mendesak berkaitan dengan tugas yang haeus segera dilaksanakan itu, bisa didahulukan, tetapi ada kesalahpahaman dengan anggota SPBU sehingga terjadi insiden itu," katanya.

Dandim mengatakaan, atas penamparan tersebut dan video viral kejadian itu, Kodim 1603 Sikka langsung mempertemukan keduanya Selasa malam. Keduanya langsung dimediasi untuk menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan. "Tadi malam sudah kami damaikan atas kejadian ini," ujarnya.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Solar Langka di Makassar, Antrean Bus dan Truk Mengular di SPBU

57 tahun lalu

Dampak Kenaikan Harga Pertamax, Antrean Pertalite Mengular di SPBU Bandung

57 tahun lalu

Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Warga Lamongan Beralih ke Pertalite

57 tahun lalu

Polda Babel Bongkar Penimbunan Solar Subsidi 8.000 Liter, 3 Orang Ditangkap

57 tahun lalu

Kacab di Palopo Kabur usai Isi BBM Rp412.000, Datang Minta Maaf setelah Viral

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal