Warga Tuntut TPST Piyungan Ditutup Permanen, Ini Persoalannya

erfan erlin
Warga Banyakan, Sitimulyo, Piyungan menggelar aksi unjuk rasa menuntut penutupan TPST Piyungan secara permanen. (Foto : Ist)

Saat pandemi Covid-19 , banyak warga yang berada di rumah. Namun volume sampah yang masuk juga bertambah. Hal ini tidak lepas dari kebiasaan masyarakat, salah satunya  tren belanja online. Banyak bungkus paketan belanja online menghasilkan plastik cukup banyak, karena pengganjal paket barang yang dikirim isinya juga sampah.

"Kenaikan volume sampah memang terus terjadi," ujarnya.

Pada libur lebaran produksi sampah juga terus mengalami kenaikan. Hanya pada hari pertama lebaran turun karena belum banyak armada pengangkut sampah swasta yang aktif melayani pelanggan.

Pada H+1 Lebaran, produksi sampah 275,532 ton, kemudian H+2 ada 588,872 ton dan H+3 melonjak jadi 815,277 ton. Dan tanggal 6 Mei 2022 atau sehari sebelum ditutup, sampah yang masuk ke TPST ada 906,857 ton.

“Kesadaran masyarakat untuk mengolah sampah memang masih rendah. Bahkan untuk sekedar memilah antara sampah organik dengan anorganik juga masih rendah,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Waktu Buka Puasa Arafah Jogja Hari Ini 26 Mei 2026, Lengkap Doa Berbuka

57 tahun lalu

Jadwal Buka Puasa Tarwiyah di Jogja Hari Ini 25 Mei 2026, Lengkap dengan Doanya

57 tahun lalu

Tak Kuat Tahan Emosi, Warga Corat-Coret Daycare Penyiksa Anak di Jogja

57 tahun lalu

Menteri PPA Sebut Kekerasan di Daycare Jogja Pelanggaran HAM Serius

57 tahun lalu

Kesaksian Warga Jogja soal Dugaan Penganiayaan Anak di Daycare Little Aresha

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal