Sistem penilaian menggunakan konversi medali menjadi poin. Setiap medali emas bernilai tujuh poin, perak empat poin, dan perunggu dua poin. Skema ini membuat perolehan medali dari setiap cabang berpengaruh langsung terhadap posisi perguruan tinggi di klasemen akhir.
Campus League juga menerapkan penghitungan medali beregu berdasarkan jumlah pemain yang bertanding di lapangan. Sebagai contoh, medali untuk tim basket dihitung lima, bukan satu seperti dalam sejumlah ajang multisport lainnya. Dengan sistem tersebut, kemenangan di cabang beregu berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap perolehan kampus.
Ryan menilai persaingan menuju gelar Grand Champions masih terbuka hingga seluruh pertandingan UniGames selesai. Perubahan posisi klasemen dapat terjadi melalui hasil di satu atau dua cabang olahraga, terutama cabang beregu yang memiliki kontribusi medali lebih besar.
“Yang ingin kami hadirkan melalui UniGames adalah kompetisi yang membuat setiap pertandingan memiliki arti bagi perjalanan sebuah kampus. Mahasiswa tidak hanya bermain untuk memenangkan pertandingan, tetapi juga membawa nama almamater dan berkontribusi terhadap pencapaian kampusnya di klasemen akhir,” lanjut Ryan.
Universitas Pelita Harapan menyambut penyelenggaraan UniGames sebagai tuan rumah babak penentuan Campus League Season 1. Associate Vice President of Student Development, Alumni & Corporate Relations UPH, Dr. Andry M. Panjaitan, menyebut olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan mengembangkan kemampuan mahasiswa di luar kegiatan akademik.