“Bagi UPH, olahraga adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan holistik, sebab pengalaman akademik dan nonakademik saling melengkapi. Di lapangan dan dalam kompetisi, mahasiswa mengasah hard skill, soft skill, dan life skill, sekaligus membentuk karakter lewat disiplin, sportivitas, ketekunan, dan kerjasama. Karena itu, kami menyambut baik kesempatan berkolaborasi dengan Campus League UniGames dan dengan senang hati menghadirkan UPH sebagai wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bukan saja untuk berkompetisi namun juga untuk terkoneksi, berelasi, dan saling menginspirasi,” ungkapnya.
Andry juga menilai kompetisi ini dapat membantu memperkuat ekosistem olahraga mahasiswa di Indonesia. Menurut dia, kesempatan bertanding menjadi bagian dari proses pengembangan atlet muda agar mampu meningkatkan kemampuan, menjaga kebugaran, dan meraih prestasi.
“Lebih dari sekadar pertandingan, kami melihat UniGames sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperkuat ekosistem olahraga mahasiswa di Indonesia. Ajang ini sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berprestasi di bidang olahraga. Bagi para atlet mahasiswa, kompetisi ini menjadi kesempatan berharga untuk mengasah kemampuan, menjaga kebugaran, dan melahirkan talenta olahraga masa depan,” imbuh Andry.
Penyelenggaraan UniGames turut mendapat dukungan tujuh federasi olahraga yang menaungi cabang-cabang yang dipertandingkan. Salah satunya Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), yang ingin mendorong keberlanjutan pembinaan atlet muda melalui kompetisi di tingkat perguruan tinggi.
Sekretaris Jenderal PB WI, Iwan Kwok, menilai ajang antarkampus tersebut dapat menjadi bagian penting dalam proses regenerasi atlet wushu. Dukungan itu juga relevan setelah cabang wushu Indonesia meraih lima medali perunggu di Asian Games 2026.