3. Sepak Bola
Sebagaimana dijelaskan pada poin pertama, berlari dan melompat menstimulasi tubuh untuk mengalirkan oksigen dan nutrisi pada tulang pertumbuhan. Selain basket, sepak bola juga menuntut seseorang untuk banyak melakukan aktivitas berlari dan melompat.
Terlebih lagi, jika anda dilatih oleh pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) yang memiliki gaya bermain umpan panjang dan bola atas, anda akan dituntut untuk banyak melompat untuk menerima umpan, berduel udara, dan melakukan penyelesaian akhir dengan tandukan.
Jika anda bermain sebagai penjaga gawang, kesempatan memiliki postur badan tinggi akan semakin terbuka lebar. Seorang penjaga gawang dituntut untuk banyak melompat agar bisa melakukan penyelamatan dan mencegah lawan mencetak gol.
Tak heran jika banyak bintang sepak bola yang memiliki badan jangkung. Bintang Manchester United, Cristiano Ronaldo pernah melompat hampir setinggi tiga meter kala masih berseragam Real Madrid.
4. Bulu Tangkis
Selain sepak bola dan basket, bulu tangkis juga menuntut pemainnya untuk banyak melakukan aktivitas melompat. Ketika anda bermain bulu tangkis, banyak rangsangan mekanis yang mempengaruhi lapisan tulang rawan. Hal itu akan sangat membantu tulang rawan tersebut untuk memanjang.
Tak hanya melompat, bermain bulu tangkis membutuhkan banyak gerakan ayunan tangan. Itu artinya, seluruh otot dan sendi akan bekerja ketika seseorang bermain bulu tangkis.
Bermain bulu tangkis selama 30 hingga 60 menit di pagi atau sore hari membuat otot rangka mengembang dan bermanfaat untuk pertumbuhan tinggi badan. Gerakan yang melibatkan seluruh anggota tubuh ketika mengayunkan raket mengakomodasi hal tersebut.
5. Bersepeda
Bersepeda termasuk dalam olahraga yang bisa memicu tumbuh kembang tinggi badan. Olahraga ini sebenarnya juga populer di Indonesia, tapi popularitasnya masih kalah saing dari sepak bola dan bulu tangkis.
Menurut How To Grow Taller, ada syarat yang harus dilakukan jika ingin badan lebih tinggi lewat bersepeda. Yang harus dilakukan ialah mengatur tinggi dudukan sepeda. Jika tingginya pas, maka hal itu akan berpengaruh pada rangsangan tulang punggung.
Hanya saja dudukan tidak boleh diatur lebih tinggi. Pasalnya, hal itu bakal memberi tekanan lebih pada persendian.