CALIFORNIA, iNews.id – Bintang tenis Inggris, Andy Murray, berharap para petenis Rusia dan Belarusia bisa tampil lagi di Wimbledon 2023. Walaupun di sisi lain, dia juga akan menerima jika pihak penyelenggara, Lawn Tennis Association (LTA), masih belum mencabut larangan bertanding bagi mereka seperti tahun lalu.
Sebagaimana diketahui, para petenis yang berasal dari Rusia dan Belarusia dilarang bermain di Wimbledon 2022 oleh LTA. Hal itu disebabkan oleh keterlibatan dua negara tersebut dalam invasi yang mereka lakukan kepada Ukraina.
Pelarangan itu pun memunculkan kontroversi karena LTA dianggap sewenang-wenang melakukannya. Bahkan, Wimbledon mendapat hukuman pengurangan poin peringkat turnamen dan status mereka sebagai kejuaraan Grand Slam terancam dihapus oleh Asosiasi Tenis Dunia (ATP) dan Asosiasi Tenis Wanita Dunia (WTA).
Murray sendiri tahun lalu mengatakan bahwa dia tidak mendukung larangan tersebut. Walaupun di sisi lain dia juga menyumbangkan uangnya lebih dari 500 ribu Poundsterling (Rp9,14 miliar) untuk membantu anak-anak Ukraina yang terdampak dari invasi yang dilakukan Rusia.
Oleh karena itu, tahun ini mantan petenis nomor satu dunia itu masih mengeluarkan pernyataan yang bernada sama. Dia berharap para petenis dari Rusia dan Belarusia bisa kembali berkompetisi di Wimbledon 2023. Kendati demikian, dia juga pasrah jika larangan tersebut masih belum dicabut.