"Saat memulai lap dengan keunggulan 1,4 detik atas Ogura, saya berkata dia akan datang. Biasanya pada lap-lap terakhir dia sangat luar biasa," tuturnya.
"Saya mulai mendengar suara motornya di tikungan 12. Saya berkata, saya harus mengerem sekeras mungkin di tikungan terakhir agar tidak memberinya ruang," lanjutnya.
Setelah berhasil mempertahankan posisi, Bagnaia justru dibuat bingung oleh panel instrumen di motornya. Dia mengira balapan masih menyisakan satu lap lagi.
"Saya sedikit bingung karena motor saya menunjukkan masih tersisa dua lap. Saat melihat bendera finis, saya berkata, terima kasih banyak!" ujarnya.
"Mustahil bagi saya untuk tetap bertahan di depan satu lap lagi," tambah pembalap Italia tersebut.