Partin mengungkap persaingan di lintasan sempat membuatnya khawatir. Dia harus mempertahankan keunggulan hingga meter terakhir karena sejumlah pesaing memiliki kemampuan mengejar ketertinggalan menjelang finis.
"Cukup emosional karena yang ditakutkan dari pelari-pelari T42 itu kan dikejar di bagian akhir (oleh atlet T63). Tapi Alhamdulillah, sangat emosional sekali karena bisa mempertahankan posisi sampai akhir," lanjutnya.
Di balik keberhasilannya, Partin ternyata sempat menghadapi masa sulit. Dia mengalami cedera hamstring pada awal tahun setelah mengikuti ASEAN Para Games 2025 di Thailand.
Cedera pada otot paha bagian belakang tersebut memaksanya menghentikan aktivitas pertandingan selama lebih dari tiga bulan. Partin harus menjalani pemulihan sebelum dapat kembali berlatih secara maksimal.
"Sempat dilanda cedera di awal tahun, cederanya di bagian hamstring belakang kurang lebih tiga bulan. Tapi Alhamdulillah, H-3 bulan sebelum kejuaraan ini sudah benar-benar total sembuh," ungkap Partin.