"Di luar prediksi ya hari ini. Thailand biasanya (persaingan) agak berimbang, tumben hari ini yang sisi kanan, si Worawut (Saengampa) agak kurang bagus, makanya kita bisa mengatasi. Memang agak tidak berimbang hasil akhirnya," ucap Islahuzzaman dikutip dari rilis resmi NPC Indonesia, Sabtu (24/10/2026).
Keberhasilan mengalahkan Thailand sekaligus memastikan boccia menjadi salah satu cabang olahraga penyumbang emas terbesar bagi kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026.
Setelah melampaui target di Nagoya, tim boccia Indonesia langsung mengalihkan perhatian ke Paralimpiade Los Angeles 2028. Hasil di Asian Para Games menjadi modal penting untuk menjaga peluang tampil pada ajang olahraga disabilitas terbesar dunia tersebut.
Islahuzzaman menjelaskan nomor beregu BC1/BC2 memang menjadi kekuatan utama Indonesia. Dia menyebut tim Indonesia saat ini menempati peringkat pertama dunia sehingga memiliki peluang besar untuk bersaing memperebutkan tiket Paralimpiade.
"Ya Alhamdulillah dengan hasil ini, karena memang target awal kita di kelas tim, karena di tim kita kuat, nomor satu dunia. Dengan tambahan prestasi dari nomor individu, harapannya ini sebagai bagian dari persiapan ke Los Angeles," tambahnya.