"Kalau lewat ini lolos, kita langsung lolos ke Los Angeles. Kalau tidak, kita bisa lolos pakai skema peringkat. 99 persen lolos karena skor kita terlalu tinggi dibandingkan dengan negara lain," lanjutnya.
Keyakinan tersebut didasarkan pada posisi Indonesia dalam peringkat dunia serta hasil positif yang telah diraih para atlet pada berbagai kejuaraan internasional.
Meski pelatih menyebut peluang lolos mencapai 99 persen, angka tersebut merupakan penilaian optimistis tim pelatih, bukan kepastian resmi tiket Paralimpiade 2028.
Dengan empat medali emas dari Asian Para Games 2026, tim boccia Indonesia kini memiliki bekal prestasi untuk melanjutkan persiapan menghadapi persaingan internasional pada 2027 dan 2028.
Sementara itu, keberhasilan nomor beregu campuran BC1/BC2 juga menjadi penutup manis perjuangan kontingen Merah Putih di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Indonesia mengakhiri kompetisi di posisi kedelapan klasemen akhir dengan total 73 medali. Rinciannya terdiri atas 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu.
Dari 15 medali emas tersebut, empat di antaranya berasal dari cabang boccia. Pencapaian ini sekaligus memperlihatkan kontribusi besar para atlet boccia terhadap hasil akhir kontingen Indonesia di Nagoya.