Rivola menilai kerja sama menjadi salah satu faktor penting di balik perkembangan Aprilia. Kepercayaan internal tim disebut mampu mendorong Aprilia bersaing di level tertinggi MotoGP.
"Yang membuat perbedaan adalah bekerja bersama dan percaya bahwa kami bisa melakukannya," lanjut Rivola.
Dampak performa Aprilia juga terlihat dalam klasemen sementara MotoGP. Tiga pembalap Aprilia kini menempati tiga posisi teratas klasemen kejuaraan dunia, yakni Jorge Martin, Marco Bezzecchi, dan Ai Ogura.
Martin menjadi pemimpin klasemen sebagai pembalap tim pabrikan Aprilia. Dia unggul atas rekan setimnya, Marco Bezzecchi, serta pembalap Trackhouse, Ai Ogura.
Juara bertahan Marc Marquez menjadi pembalap Ducati dengan posisi terbaik di peringkat keempat. Dia tertinggal 40 poin dari Martin yang berhasil memenangi Sprint Silverstone sebelum finis sebagai runner-up dalam Grand Prix yang dimenangi Raul Fernandez.
Bukan hanya klasemen pembalap yang dikuasai Aprilia. Pabrikan asal Italia tersebut juga memimpin klasemen konstruktor dan klasemen tim.
Dominasi di Silverstone pun menjadi sinyal kuat dari kemampuan RS-GP bersaing di berbagai aspek. Jika performa tersebut dapat dipertahankan di sirkuit dengan karakter berbeda, Aprilia berpeluang semakin memperkuat posisinya dalam perebutan gelar MotoGP.