Tyson menilai McGregor layak mendapat apresiasi karena mampu bertahan hingga 10 ronde melawan Mayweather dalam pertarungan tinju pada 2017. Bagi Tyson, pencapaian itu tidak bisa dianggap remeh mengingat McGregor berasal dari dunia seni bela diri campuran (MMA).
“Proper 12. Connor [McGregor]. Dia adalah tontonan, tetapi dengarkan, di sinilah ini bukan sekadar tontonan. Dia belum pernah benar-benar menjalani pertandingan tinju seumur hidupnya, bukan? Dia bertahan 10 ronde melawan petarung terhebat dalam 100 tahun terakhir tinju. Dia mendaratkan pukulan. Lihat apa yang dia lakukan,” kata Tyson.
Mayweather mengakhiri karier tinju profesionalnya dengan rekor sempurna 50 kemenangan tanpa kekalahan. Dia juga pernah menjadi juara dunia 11 kali di lima kelas berbeda serta mencatat 26 kemenangan beruntun dalam pertarungan perebutan gelar dunia.
Setelah pensiun dari tinju profesional, Mayweather masih beberapa kali kembali ke ring untuk menjalani pertarungan ekshibisi, termasuk melawan sejumlah figur dari dunia hiburan dan olahraga. Pertarungannya melawan McGregor juga mencatat angka pembelian tayangan berbayar (pay-per-view atau PPV) tertinggi kedua dalam sejarah, di bawah duel Mayweather kontra Manny Pacquiao pada 2015.
Di tengah pujiannya terhadap Mayweather, Tyson juga kembali menyuarakan keinginan untuk menghadapi petinju berjuluk Pretty Boy tersebut. Rencana duel kedua legenda tinju itu sempat dikaitkan dengan jadwal pada 25 April 2026 di Republik Demokratik Kongo, sebelum diundur menjadi 30 Mei 2026.