Dapat Keringanan di MotoGP 2024, Kapan Honda dan Yamaha Bangkit dari Keterpurukan?

Fitradian Dimas Kurniawan
Pembalap Honda, Joan Mir (Foto: Gold & Goose/Red Bull Content Pool)

Selain mesin yang tidak dibekukan, Honda dan Yamaha juga mendapat keringanan lain. Mereka diperkenankan menggunakan mesin lebih banyak, sembilan hingga 10 mesin per musim. Sementara pabrikan lain hanya menggunakan delapan mesin.

Kini, muncul pertanyaan, apakah Honda dan Yamaha mampu mengejar ketertinggalan. Mengingat, masalah yang dialami masing-masing pabrikan cenderung berbeda.

Dari sisi Yamaha, mesin menjadi perhatian utama. Pada awal 2023, Fabio Quartararo terus mengeluhkan performa mesin yang tak kunjung bertenaga. Bahkan, mereka cenderung bisa meraih hasil lebih baik di lintasan yang tak menuntut tenaga mesin.

Walau demikian, mereka belum bisa menyaingi kecepatan mesin Ducati. Dengan pembebasan mesin dari pembekuan, Yamaha diharapkan mampu memperbaiki kelemahannya.

Masalah yang lebih kompleks kemudian dihadapi pabrikan lainnya, Honda. Pasalnya, mereka kesulitan dalam hal kesimbangan antara sasis dan mesin. Keadaan itu membuat pembalapnya harus bekerja keras.

Editor : Fitradian Dhimas Kurniawan
Artikel Terkait
8 hari lalu

Bos Aprilia Bongkar Rahasia Dominasi Silverstone, Ducati Tak Berkutik

18 hari lalu

Motor MotoGP Era Modern Seperti Ujung Pisau, Salah Sedikit Langsung Dihukum

20 hari lalu

Mustahil Ditiru! Gaya Balap Casey Stoner Seperti Video Game

22 hari lalu

Marco Bezzecchi Selangkah Lagi Comeback, Aprilia Beri Update Terbaru Jelang MotoGP Inggris 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal