Perjalanan Desak menuju final juga diwarnai sejumlah gangguan teknis. Penundaan akibat masalah pada sistem timing membuat perlombaan tidak bisa langsung berlangsung sesuai jadwal, padahal kondisi fisik dan mental Desak sudah dipersiapkan untuk bertanding.
“Beberapa kali ada trouble yang lumayan mengganggu karena badan dan pikiran sudah siap. Tiba-tiba ditunda lima menit, kemudian lima menit lagi. Saya lebih mencoba berpikir positif dan mengalihkan pikiran,” papar atlet asal Bali tersebut.
Situasi semakin menantang karena Desak harus beradaptasi dengan format kompetisi four-lane. Konsentrasi juga kembali diuji ketika terjadi false start sehingga perlombaan harus diulang.
Penundaan dan pengulangan perlombaan membuat Desak harus berkali-kali mengembalikan fokus sebelum kembali memanjat. Dia mampu melewati rangkaian kendala tersebut hingga akhirnya memastikan medali emas untuk Indonesia sekaligus memecahkan rekor Asian Games.
Emas Aichi-Nagoya 2026 juga memperpanjang keberhasilan Desak di Asian Games. Dia sebelumnya meraih medali emas pada nomor speed putri di Asian Games Hangzhou 2022.