"Target yang kami canangkan sebelum keberangkatan ke Serang dapat tercapai. Raihan enam medali emas, empat medali perak, dan tujuh medali perunggu dengan total 17 medali merupakan hasil dari persiapan yang matang, disiplin, kerja sama tim, serta semangat juang para atlet yang luar biasa," tambahnya.
Kenneth menilai keberhasilan mempertahankan gelar juara umum tidak hanya diukur dari jumlah medali dan trofi. Prestasi tersebut juga menjadi dorongan untuk menjaga kesinambungan pembinaan agar pecatur DKI Jakarta mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
"Bagi saya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum ini bukan sekadar soal medali dan trofi, tetapi juga bukti bahwa pembinaan catur di DKI Jakarta terus berjalan dengan baik. Saya bangga melihat para atlet dari berbagai kelompok usia mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat nasional," tutur alumni PPRA Angkatan LXII Lemhannas RI itu.
Kenneth turut mendedikasikan gelar juara umum kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan masyarakat Jakarta yang terus mendukung perkembangan olahraga, terutama cabang catur. Momentum Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober juga menjadi alasan untuk mempersembahkan pencapaian tersebut kepada generasi muda Indonesia.
"Trofi juara umum ini saya dedikasikan kepada Gubernur DKI Jakarta, Bapak Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, MM dan seluruh masyarakat Jakarta yang selalu memberikan dukungan kepada dunia olahraga, khususnya olahraga catur. Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, saya mempersembahkan pencapaian titel juara umum ini kepada seluruh pemuda dan pemudi Indonesia agar terus berani bermimpi, bekerja keras, dan mengukir prestasi untuk bangsa," ungkapnya.