Dia menegaskan, gelar juara umum tidak boleh membuat pembinaan catur Jakarta berhenti berkembang. Percasi DKI Jakarta bertekad meningkatkan kualitas program pembinaan, membuka lebih banyak kesempatan bagi pecatur muda, serta mempersiapkan atlet untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi.
"Ke depan, kami tidak ingin berpuas diri. Keberhasilan ini harus terus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan, memperluas kesempatan bagi pecatur muda, serta mempersiapkan atlet agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional," sambungnya.
DKI Jakarta mengamankan posisi pertama klasemen akhir dengan enam emas, empat perak, dan tujuh perunggu. Tuan rumah Banten menempati peringkat kedua setelah mengoleksi tiga emas, satu perak, dan satu perunggu. Daerah Istimewa Yogyakarta berada di urutan ketiga dengan tiga emas dan satu perunggu.
Enam medali emas Jakarta berasal dari enam kategori berbeda. IM Satria Duta Cahaya meraih emas kategori Open, FM Syarif Mahmud menjadi juara kategori Veteran, sedangkan NM Claudio Lasama meraih emas U-19 Putra.
Tiga emas lainnya dipersembahkan Steven Tan pada kategori U-17 Putra, WCM Hillary Rooca Theng pada kategori U-11 Putri, serta Evelyn Tria Lienora pada kategori U-9 Putri. Hasil tersebut menunjukkan kontribusi atlet senior dan kelompok usia muda dalam keberhasilan kontingen Ibu Kota.