Erick Thohir menegaskan kontingen Indonesia harus dipersiapkan sejak dini. Fokus tidak hanya pada perolehan medali, tetapi juga kualitas atlet yang diturunkan agar daya saing tetap terjaga.
“SEA Games bukanlah sekedar pertandingan, tapi ada value yang harus kita jaga. Saya tadi bicara dengan Beliau bahwa kita harus dorong atlet terbaik yang tampil. Penonton semakin banyak, semakin viral. Kita tunjukkan kehebatan atlet Asia Tenggara pada dunia,” tutur dia.
Selain membahas persaingan, kedua menteri sepakat memperkuat kolaborasi peningkatan prestasi olahraga dan pembangunan karakter pemuda. Pertemuan berlangsung cair karena Muhammed Taufiq Johari memiliki kedekatan dengan Indonesia.
“Beliau ternyata adalah keluarga besar masyarakat Indonesia karena 7 tahun kuliah di Indonesia dan istrinya juga orang Indonesia, Beliau juga mengerti bagaimana kecintaan masyarakat Indonesia terhadap olahraga. Sehingga diskusi kami mengalir lancar dan berbuah kesepakatan,” ujar Menpora Erick.
Erick Thohir turut memanfaatkan pertemuan tersebut untuk melakukan studi banding. Dia mempelajari program dana pensiun atlet yang sudah berjalan di Malaysia sebagai referensi penguatan sistem pembinaan di Indonesia.
"Semangat kami sama, kami ingin memajukan prestasi olahraga di masing-masing negara sehingga menjadi kekuatan asia tenggara di pentas dunia. Bukan cuma prestasi, tapi kita pikirkan juga masa depan atlet, maka tadi saya benchmarking terhadap program dana pensiun untuk atlet yang sudah berjalan saat ini di Malaysia," pungkas Menpora Erick.
Pertemuan ini menegaskan persiapan SEA Games 2027 tidak hanya soal persaingan medali, tetapi juga strategi jangka panjang demi menjaga prestasi dan masa depan atlet Indonesia di level Asia Tenggara hingga dunia.