Menurut dia, serangan yang dibangun sering kali gagal menembus pertahanan lawan. Keinginan untuk segera mematikan permainan justru berujung pada banyak kesalahan sendiri.
"Serangan kami juga tidak bisa menembus pertahanan mereka. Kami mau cepat-cepat mematikan, malah jadi boomerang buat kami sendiri. Kami banyak melakukan kesalahan sendiri," ujarnya.
Fajar dan Fikri sebenarnya sudah berusaha mengubah pola permainan setelah kehilangan gim pertama. Tim pelatih juga memberikan beberapa opsi strategi untuk mengatasi tekanan yang diberikan pasangan China.
Namun perubahan tersebut tidak memberikan hasil maksimal. Chen/Liu tetap tampil solid dan mampu mempertahankan konsistensi permainan hingga akhir pertandingan.
"Usaha pasti ada ya, dari awal juga kami selalu berusaha. Cuma memang di saat kami sedang berusaha, mereka juga bermain sangat solid, sangat kuat sekali defense-nya," tutur Fikri.