Fajar menambahkan dirinya dan Fikri sudah mencoba menerapkan berbagai arahan dari pelatih. Namun karakter permainan mereka yang lebih mengandalkan serangan membuat upaya tersebut tidak berjalan sesuai harapan.
"Pelatih tadi sudah kasih beberapa opsi untuk mengubah strategi dan kami sudah coba untuk terapkan, tapi memang permainan kami bukan main defense ya. Kami sudah mencoba, tapi serangan lawan juga bagus," ungkap Fajar.
Kekalahan ini cukup mengejutkan karena sepekan sebelumnya Fajar/Fikri tampil impresif dengan menembus final Singapore Open 2026, turnamen level Super 750.
Meski demikian, Fajar menolak menjadikan jadwal padat sebagai alasan utama kekalahan. Dia menegaskan lawan memang bermain jauh lebih baik pada pertandingan kali ini.
"Soal efek back-to-back turnamen, sudah biasa ya, tergantung pemainnya bisa jaga kondisi atau tidak. Tapi memang hari ini lawan bermain sangat baik dan mungkin bisa dibilang ini penampilan paling buruk sejak awal saya berpasangan dengan Fikri," tegasnya.
Fajar/Fikri juga menyadari permainan mereka sudah dipelajari lawan. Saat berusaha mengimbangi tekanan Chen/Liu, pasangan Indonesia justru bermain terburu-buru dan kesulitan keluar dari tekanan sepanjang pertandingan.
Kekalahan tersebut membuat langkah Fajar/Fikri terhenti lebih awal di Indonesia Open 2026. Sementara Chen Bo Yang/Liu Yi melanjutkan perjalanan ke babak berikutnya setelah tampil dominan di Istora Senayan.