Selain menghadapi pertahanan kuat lawan, Fajar mengungkapkan kondisi fisik dan fokus mereka tidak berada pada level terbaik. Meski demikian, dia menolak menjadikan situasi tersebut sebagai pembenaran atas kekalahan.
"Secara fokus dan kondisi memang sudah tidak 100% tapi itu bukan alasan karena yang lain juga merasakan apalagi ada yang 3-4 turnamen berturur-turut," katanya.
Fajar menilai kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi penting, terutama dalam menghadapi jadwal turnamen yang berlangsung berdekatan.
Dia menyoroti tantangan beradaptasi dengan karakter permainan di setiap turnamen. Kondisi yang dihadapi Fajar/Fikri di French Open berbeda dibandingkan saat tampil di Denmark sebelumnya.
Menurut Fajar, laju kok di Denmark cenderung cepat. Sebaliknya, karakter kok pada pertandingan di Prancis terasa lebih lambat sehingga membutuhkan penyesuaian permainan.