"Ini menjadi evaluasi kami ke depan bagaimana menyiasati back to back turnamen dengan kondisi di lapangan yang berbeda. Di Denmark kemarin bolanya kencang tapi di sini agak lambat. Permainan kami kurang baik hari ini," tutur Fajar.
Perbedaan kondisi tersebut menjadi perhatian pasangan Indonesia dalam mengevaluasi penampilan mereka. Apalagi, jadwal pertandingan yang beruntun juga menuntut pemain menjaga kebugaran sekaligus menyesuaikan strategi.
Fajar pun mengakui performa mereka secara keseluruhan masih jauh dari harapan. Kegagalan pada babak pertama French Open 2026 menjadi hasil yang harus segera dievaluasi.
Sementara itu, Muhammad Shohibul Fikri menyoroti momen penting yang gagal dimanfaatkan saat menghadapi Chiu/Wang. Dia menilai Fajar/Fikri sebenarnya memiliki kesempatan merebut kemenangan pada gim pembuka.
Namun, peluang tersebut terlepas setelah pertandingan berlangsung ketat hingga perolehan angka melewati batas normal 21 poin. Fajar/Fikri akhirnya menyerah 24-26.