Ambisi FFI tidak main-main. Indonesia bukan hanya mengincar satu kali penyelenggaraan, tetapi ingin menjadi tuan rumah secara berkelanjutan untuk memperkuat posisi di level regional.
“Bukan satu edisi, bukan dua edisi, bahkan bisa tiga edisi berturut-turut. Kami juga mau optimalkan FIFA Matchday juga bahkan berharap bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia,” sambungnya.
Menurut Michael, mimpi menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal bukan angan kosong. Dia menilai kultur futsal Indonesia sudah sangat kuat, mulai dari akar rumput hingga level kompetisi nasional.
“Saya yakin ya ini adalah bangsa yang juga gila futsal dan bangsa yang masyarakat di akar rumputnya bahkan di level pelajar banyak bermain futsal,” katanya.
Dia menambahkan, tingginya partisipasi masyarakat menjadi modal penting untuk regenerasi pemain Timnas Futsal Indonesia. Dengan ekosistem yang terus tumbuh, kualitas tim nasional diyakini akan meningkat secara berkelanjutan.
“Saya yakin bahwa menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal senior itu hanya masalah waktu,” ujar Michael.
Rencana besar FFI ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan futsal yang serius membangun prestasi dan reputasi internasional, bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai tuan rumah ajang kelas dunia.