Atmosfer pertandingan di Kumamoto juga memberi kesan positif bagi Gregoria. Dia memuji sikap penonton tuan rumah yang tetap sportif sepanjang laga.
“Bukan pertama kali main di Kumamoto dan crowd-nya selalu seperti ini jadi bukan masalah yang besar ketika harus melawan wakil tuan rumah. Malah saya merasa menyenangkan main di sini karena penontonnya sportif, beberapa juga terdengar dukungan untuk saya,” katanya.
Memasuki semifinal, Gregoria memilih menjaga ketenangan. Dia menegaskan tidak ingin membebani diri dengan target besar atau prediksi pertandingan.
“Bertemu Chiu Phin-Chian dari Chinese Taipei di semifinal, saya tidak mau berpikir terlalu jauh. Saya coba evaluasi permainan hari ini dan mempelajari permainan lawan saja lalu bersiap untuk besok,” tegasnya.
Pendekatan itu menjadi cara Gregoria menjaga fokus sekaligus menghindari tekanan berlebih. Dengan modal permainan solid dan mental yang stabil, peluangnya melaju ke final tetap terbuka lebar.
Semifinal ini juga menjadi kesempatan bagi Gregoria untuk menjaga tren positifnya di rangkaian turnamen BWF tahun ini, sekaligus membuktikan konsistensi sebagai tunggal putri terbaik Indonesia saat ini.