Dalam pernyataan bersama, para pemain menyampaikan sikap mereka.
“Seiring Roland Garros mencatat pendapatan rekor, para pemain justru menerima bagian yang menurun dari nilai yang mereka ciptakan,” bunyi pernyataan tersebut, dikutip dari Express.
“Mengkhawatirkan, pengumuman ini tidak menyentuh masalah struktural yang telah kami sampaikan secara konsisten sepanjang tahun terakhir. Tidak ada keterlibatan terkait kesejahteraan pemain dan tidak ada kemajuan dalam membangun mekanisme konsultasi formal dalam pengambilan keputusan Grand Slam.”
“Meskipun olahraga global lain terus berbenah dalam tata kelola dan membangun nilai jangka panjang, Grand Slam tetap sulit berubah. Minimnya keterlibatan pemain dan kurangnya investasi dalam kesejahteraan menunjukkan sistem yang belum mewakili kepentingan pemain.”
Total hadiah French Open 2026 mencapai 53,25 juta poundsterling atau sekitar Rp1,23 triliun. Angka tersebut masih berada di bawah 15 persen dari total pendapatan turnamen yang diperkirakan mencapai 345 juta poundsterling (Rp8,137 triliun).
Sebagai perbandingan, turnamen ATP dan WTA 1000 seperti Italian Open mampu membagikan sekitar 22 persen pendapatan kepada pemain.
Situasi ini membuat polemik pembagian hadiah kembali mencuat menjelang French Open 2026. Pemain berharap adanya perubahan kebijakan agar pembagian lebih seimbang di masa depan.