Sebagai atlet profesional, Jonatan menilai kesadaran membaca kondisi tubuh menjadi kunci penting di tengah jadwal turnamen yang padat sepanjang musim.
Dia menekankan keputusan ini diambil agar perjalanan kariernya tidak terganggu masalah cedera akibat memaksakan kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
"Pengalaman tahun lalu saat bertanding tiga turnamen beruntun cukup berpengaruh pada kondisi setelahnya jadi saya harus menghindari hal-hal seperti itu," ucapnya.
Jonatan menilai pelajaran tersebut membuatnya lebih berhati-hati dalam menentukan prioritas kompetisi, terutama ketika risiko cedera mulai mengintai.
"Istirahat menjadi pilihan utama sekarang daripada memaksa melebihi kapasitas yang beresiko cedera," sambungnya.
Absennya Jonatan Christie membuat Indonesia Masters 2026 kehilangan salah satu magnet utama turnamen. Namun keputusan ini mencerminkan profesionalisme sang atlet dalam menjaga performa dan keberlanjutan karier di level tertinggi bulu tangkis dunia.