"Tapi kembali lagi saya tetap harus mendengarkan tubuh dan pikiran saya yang memang sudah dipakai maksimal dalam dua minggu ke belakang," tambahnya.
Sebagai atlet profesional, Jonatan menilai kesadaran membaca kondisi tubuh menjadi kunci penting di tengah jadwal turnamen yang padat sepanjang musim.
Dia menekankan keputusan ini diambil agar perjalanan kariernya tidak terganggu masalah cedera akibat memaksakan kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
"Pengalaman tahun lalu saat bertanding tiga turnamen beruntun cukup berpengaruh pada kondisi setelahnya jadi saya harus menghindari hal-hal seperti itu," ucapnya.
Jonatan menilai pelajaran tersebut membuatnya lebih berhati-hati dalam menentukan prioritas kompetisi, terutama ketika risiko cedera mulai mengintai.