Pembalap Tim Petronas Yamaha SRT Valentino Rossi kecelakaan pada MotoGP Catalunya 2021, Minggu (6/6/2021) malam WIB. (Foto: Reuters)
Quadiliba Al-Farabi

SPIELBERG, iNews.id - Valentino Rossi lebih memilih pensiun dibandingkan bergabung dengan tim bentukannya, VR46 Aramco Racing pada 2022 mendatang. Sulitnya beradaptasi dengan motor baru menjadi salah satu alasannya.

Rossi telah mengumumkan pensiun dari dunia balap motor mulai tahun depan pada Jumat (6/8/2021). Pengumuman ini disampaikan olehnya di kompetisi MotoGP 2021 yang masih berlangsung.

Sepanjang tahun ini, Rossi sering dikaitkan rumor untuk pindah dari tim Petronas Yamaha SRT ke tim Ducati VR46. Hal ini terkait kontrak Rossi yang akan berakhir dan juga penampilannya semakin menurun pada tahun ini.

Sebanyak sembilan seri sudah dijalani Rossi pada MotoGP 2021 ini, tak pernah sekalipun dia naik ke podium. Sampai saat ini pun, The Doctor menempati urutan 19 klasemen sementara dengan poin 17.

Rossi pun membeberkan alasan mengapa tak mencoba satu tahun lagi di gelaran MotoGP. Selain faktor usia, adaptasi dengan motor membuatnya kesulitan bila ingin mengulangi kejayaan sebagaimana dahulu kala.

“Di MotoGP modern kalau mau ganti motor, secara umum, bukan hanya Ducati, butuh program yang lebih panjang yaitu minimal 2-3 tahun untuk mencoba memahami dan mencoba meraih semua potensi,” kata Rossi dikutip dari laman Crash pada Minggu (8/8/2021).

"Dalam kasus saya, mungkin saya bisa balapan satu tahun lagi, tetapi untuk mengganti motor hanya untuk satu musim saja sulit. Sungguh saya tidak ingin terlalu memaksakan tim kami di MotoGP untuk saya. Saya hanya mengikuti apa yang terjadi," lanjutnya.

Masalah adaptasi akan terpecahkan jika VR46 memperoleh pasokan satelit dari tim Petronas yang saat ini digunakan Rossi untuk menghabiskan musim MotoGP terakhirnya. Namun Rossi tak ingin mendahului keputusan Petronas untuk beralih dari Yamaha.

“Kami juga punya masalah besar, yaitu sekarang saya membalap untuk tim Petronas dan tim Petronas menginginkan Yamaha. Jadi mengambil tim Petronas untuk tim saya dari Yamaha, saya pikir itu sulit. Itu tidak baik. Jadi saya membiarkan semuanya berjalan dan saya mengambil keputusan setelahnya," tandasnya.

Rossi pun menutup kariernya di dunia balap dengan menyandang predikat peraih gelar dunia terbanyak sepanjang sejarah. Dia berhasil mengoleksi sembilan kali juara yang 7 di antaranya diraih di level MotoGP.



Editor : Dimas Wahyu Indrajaya

BERITA TERKAIT