Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon melaju mulus di babak 32 Besar. Tapi selain performa, jersey elegan mereka jadi sorotan. (Foto: PBSI)
Reynaldi Hermawan

BIRMINGHAM, iNews.id - Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon melaju mulus di babak 32 Besar. Tapi selain performa, jersey elegan mereka juga jadi sorotan.

Pasangan yang dijuluki Minions itu mengawali All England dengan berhadapan dengan wakil tuan rumah, Matthew Clare/Ethan Van Leeuwen pada babak pertama. Mereka menang usai bertarung tiga gim dengan skor akhir 21-12, 19-21, 21-9, dalam tempo permainan 43 menit.

Jersey Kevin/Marcus pada laga tersebut menjadi sorotan. Mereka tampil dengan kostum berawarna putih dan kerah biru yang sangat elegan.

Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan)/Marcus Fernaldi Gideon di All England 2021. (Foto: PBSI)

Aksen biru melintang di bagian dada dan membuat jersey tersebut makin menarik untuk dilihat. Tak lupa ada logo sponsor BNI 46 juga mejeng di bagian dada.

Itu merupakan laga comeback Kevin/Marcus setelah terakhir kali mentas di All England 2020. Uniknya Minions kala itu juga memakai jersey berwarna putih di final.

Sayangnya mereka kandas di tangan duo Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Minions kalah tiga gim 18-21, 21-12, 19-21.

Kini Kevin/Marcus juga harus menelan pil pahit di laga comeback. Sebab Minions dan kawan-kawan dipaksa untuk mundur dari All England.

Layanan Kesehatan Britania Raya (NHS) meminta mereka untuk isolasi mandiri lantaran sempat berada dalam satu pesawat bersama penderita Covid-19 ketika menuju Inggris. Akibatnya wakil Indonesia tidak bisa lagi berpartisipasi di All England.

Marcus langsung melayangkan protes keras. Sebab dia merasa tidak diperlakukan adil oleh BWF. Sebelum Indonesia, ada tujuh kasus positif Covid-19 yang menimpa tim India, Denmark dan Thailand. Tapi ketiga negara tersebut masih diperbolehkan tampil.

"Beberapa dari Anda mungkin memperhatikan bahwa permainan sempat ditunda sebelum 7 kasus positif yang mereka temukan di anggota tim lain (negara lain). Setelah mereka di tes ulang, hasilnya negatif. Jadi mengapa kita tidak juga memiliki keadilan yang sama di sini?" kata Marcus di Instagram.

"Dan jika ada aturan ketat untuk memasuki wilayah Inggris karena Covid, BWF seharusnya sudah mendaftarkan sistem bubble yang menjamin keamanan kita," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kevin. Dia hanya memberikan komentar singkat di Instagram.

"BWF harus bertanggung jawab," tulis Kevin disertai logo BWF.


Editor : Reynaldi Hermawan

BERITA TERKAIT