Memasuki set kedua, tim pelatih mulai mengubah komposisi pemain. Dio dan Rama Fazza dimasukkan untuk menggantikan Alfin Daniel serta Fauzan Nibras. Selain itu, Tedi Oka dan Sigit Ardian juga mendapat kesempatan bermain untuk memperkuat variasi serangan.
Meski melakukan perubahan susunan pemain, kualitas permainan Indonesia tetap terjaga. Nur menilai kondisi tersebut menunjukkan kedalaman skuad yang dimiliki Indonesia cukup kuat.
Rotasi pemain sudah disiapkan sejak sebelum pertandingan setelah tim pelatih mempelajari karakter permainan Filipina. Strategi tersebut juga menjadi persiapan menghadapi pertandingan yang lebih berat pada babak selanjutnya.
“Setelah melihat materi tim Filipina, kami memiliki rencana untuk mencoba rotasi. Hal itu penting karena kami mempunyai kedalaman skuad yang bagus. Kualitas pemain inti dan cadangan tidak terlalu jauh,” ujar Nur.
Menurut Nur, kesempatan bermain bagi seluruh pemain juga menjadi bagian dari persiapan jangka panjang. Tim pelatih ingin setiap pemain mendapatkan pengalaman bertanding sebagai bekal menghadapi turnamen besar, termasuk Asian Games.