Sebagai petenis yang berada dalam jajaran elite WTA, Janice memiliki kewajiban mengikuti sejumlah turnamen besar yang sudah ditetapkan dalam kalender resmi. WTA 1000 mandatory menjadi salah satu kategori turnamen penting yang mencakup Indian Wells, Miami, Madrid, dan Beijing.
Petenis yang melewatkan turnamen wajib dapat terkena sejumlah konsekuensi dari WTA. Hukuman tersebut dapat berupa denda finansial, pengurangan poin peringkat dunia, hingga pemotongan bonus akhir tahun.
Janice sebelumnya memiliki rekam jejak membanggakan saat memperkuat Indonesia di berbagai ajang internasional. Dia pernah tampil di Asian Games 2022 dan ikut memberikan kontribusi bagi prestasi olahraga Tanah Air.
"Ini bukan keputusan yang mudah bagi saya. Saya selalu senang dan bangga bisa mewakili Indonesia serta membela tim nasional kapan pun saya mendapat kesempatan," ujar Janice.
Petenis berusia 24 tahun itu juga menyampaikan rasa terima kasih atas berbagai kesempatan membela Merah Putih. Dia mencatat sejumlah pencapaian, termasuk meraih medali di Asian Games dan SEA Games serta membantu Indonesia mendapatkan promosi di Billie Jean King Cup tahun ini.
"Saya sangat bersyukur atas kesempatan-kesempatan yang telah saya miliki untuk mewakili Indonesia, termasuk meraih medali di Asian Games dan SEA Games, serta membantu Indonesia meraih promosi di Billie Jean King Cup tahun ini," kata Janice.
Meski tidak tampil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Janice menegaskan kecintaannya terhadap Indonesia tetap tidak berubah. Dia harus memilih menjalankan kewajiban profesionalnya sebagai petenis WTA sesuai kalender kompetisi yang telah ditentukan.