“Saya wheelie di gigi dua, gigi tiga, saya lihat motornya tidak terangkat, jadi saya tidak bisa mengontrol bagian depan.
“Masuk gigi empat, dan begitu roda menyentuh tanah, saya langsung jatuh.
“Saya minta maaf kepada tim. Tapi hari ini mereka akan senang bekerja. Jadi tidak masalah.”
Strategi Brilian di Balik Kemenangan Dramatis
Kemenangan Martin di sprint race tidak datang dengan mudah. Dia hanya memulai balapan dari posisi ketujuh, tertinggal lebih dari setengah detik dari pole sitter Fabio Di Giannantonio.
Dia sempat naik ke posisi kedua di awal lomba, sebelum disalip rekan setimnya Marco Bezzecchi pada lap ketujuh. Peluang mengejar Francesco Bagnaia terlihat menipis.
Namun, keputusan menggunakan ban belakang medium terbukti krusial. Saat Bezzecchi terjatuh tiga lap sebelum finis, Martin memanfaatkan momentum untuk mendekati Bagnaia.