Kisah Apriyani Rahayu: Dari Raket Kayu hingga Emas Olimpiade Tokyo 2020

Rivan Nasri Rachman
Perjalanan Apriyani Rahayu untuk meraih medali Emas Olimpiade Tokyo tidak mudah. Begini kisahnya. (Foto: Instagram/r.apriyanig)

Raket yang berbentuk kotak itu lantas terus dipakai Apriyani sampai Amiruddin mencoba membeli raket baru yang biasa dijual di pinggir jalan. Amiruddin sadar bahwa anaknya ternyata memiliki bakat dan ketertarikan di cabang olahraga (cabor) bulu tangkis tersebut.

Sejak saat itulah, Apriyani mendapatkan dukungan penuh dari Amiruddin. Bahkan sampai diantarkan ke Makassar untuk mengikuti suatu kompetisi. Walau memang pada turnamen itu Apriyani tak bermain, dia tetap merasa senang.

“Jadi, dulu masih kecil dan belum ada fasilitas apa pun, dibikin raket kayu sama papa saya. Itu juga cuma iseng-iseng aja karena hobi main. Itu juga cuma main-main saja sama tetangga sebelah,” cerita Apriyani di sesi konferensi pers bersama PBSI, Sabtu (7/8/2021).

"Sehabis dari situ, tidak lama kemudian papa coba beliin raket yang di pinggir jalan. Papa pun semakin lihat bahwa ini anak (Apriyani) senang sama bulu tangkis dan jadinya malah nge-support sekali,” lanjutnya.

“Lalu saya ikut pertandingan-pertandingan seperti antar sekolah. Pertandingan pertama ke Makassar. Pada saat itu dibiayai tapi saya tidak bermain. Karena kan masih ada pemain-pemain yang dibayar dari profesi saya,” tambah Apriyani.

“Papa dapat ide buat kayu itu dari mana saya juga bingung. Bentuknya itu kotak terus ada pegangannya ya cuma seperti itu. Papa bisa dapat ide seperti itu tentu luar biasa,” imbuh rekan Greysia tersebut.

Berkat raket kayu itulah Apriyani bisa menjadi salah satu atlet ganda putri terbaik Tanah Air. Jasa Apriyani jelas takkan terlupakan begitu saja, apalagi mengingat Apriyani dan Gresyia menjadi pasangan ganda putri Indonesia pertama yang menyumbang emas di Olimpiade.

Editor : Reynaldi Hermawan
Artikel Terkait
16 hari lalu

20 Talenta Vokasi Indonesia Dikirim ke China, Adu Keterampilan dengan 80 Negara

17 hari lalu

Bagas Maulana Pindah ke Ganda Campuran, Ungkap Tantangan Duet dengan Apriyani Rahayu

25 hari lalu

PBSI Cari Formula Terbaik Ganda Campuran Indonesia, Tiga Pasangan Disiapkan Menuju Olimpiade

1 bulan lalu

Komentar Dejan/Apriyani usai Tembus Final Pontianak International Challenge 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal