Selain emas dari para renang, Indonesia meraih satu medali perak melalui atlet para judo, Junaidi. Dia tampil di kelas 70 kilogram putra klasifikasi J1, tetapi harus mengakui keunggulan wakil China, Shiwen Zhu, pada pertandingan final yang berlangsung Senin sore.
Delapan medali perunggu Indonesia datang dari enam cabang olahraga. Dari para balap sepeda, Sufyan Saori dan Vanza Mifthahul Jannah menyumbangkan medali, sedangkan Hilman dan Ni Nengah Widiasih menambah koleksi perunggu dari para angkat berat.
Sumbangan perunggu lainnya berasal dari Dheny Marsyelina di cabang para judo, Hamida dari para tenis meja, Karisma Evi Tiarani dari para atletik, serta Theradina Audria Lee dari para renang. Karisma meraih perunggu pada nomor lompat jauh T42/T44/T61-64, sementara Theradina naik podium pada nomor gaya bebas 100 meter S10.
Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia, Reda Manthovani, mengapresiasi perjuangan para atlet yang telah menyumbangkan medali pada hari pertama. Dia berharap perolehan emas meningkat pada Selasa (20/10/2026), terutama ketika sejumlah cabang olahraga andalan Indonesia mulai bertanding.
"Raihan ini merupakan kegembiraan bagi kita semua. Semoga besok (Selasa) kita bisa mendulang emas lebih banyak lagi, karena pertandingan di cabor-cabor yang kita unggulkan memang masih baru bermain," ucap Reda Manthovani dikutip dari rilis resmi Komite Paralimpiade Indonesia (NPC Indonesia), Senin (19/10/2026).