Reda menjelaskan, berdasarkan analisis tim, Indonesia masih memiliki peluang untuk memenuhi target emas dari sejumlah cabang olahraga. Boccia dan para bulu tangkis termasuk cabang yang diharapkan mampu menambah koleksi medali emas Merah Putih.
"Berdasarkan data analisis yang kita punya, ada beberapa medali emas yang ditargetkan. Insya Allah masih bisa kita dapatkan ya, seperti dari boccia dan bulu tangkis. Nah, itu kalau melihat dari perkembangannya sejauh ini, masih on schedule lah kita dapat. Saya optimis bisa mendulang medali emas di esok atau sampai penutupan ini," tutur Reda.
Peluang tambahan medali juga terbuka melalui nomor ganda putri SH6 para bulu tangkis. Pasangan Rina Marlina/Apriliyana Sulistyawati berpeluang mendapatkan medali perak, tetapi kepastian hasilnya masih menunggu pertandingan wakil China melawan China Taipei pada Selasa (20/10/2026).
Sebelumnya, Rina/Apriliyana mengalahkan pasangan China Taipei, Yu-yen Wu/Yi-lin Cai, dengan skor 21-19 dan 21-8. Namun, mereka kalah dari pasangan China, Shuangbao Lin/Fengmei Li, dengan skor 6-21 dan 2-21.
"Kemungkinan sudah dapat medali perak, tapi untuk resminya tetap menunggu besok (China vs China Taipei)," ucap Rina.
Selain boccia dan para bulu tangkis, Indonesia masih berpeluang menambah medali dari para renang, para balap sepeda, para atletik, serta cabang olahraga lainnya. Kontingen Merah Putih membidik tujuh medali emas, delapan perak, dan 17 perunggu pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Dengan target tersebut, Indonesia masih memiliki pekerjaan untuk meningkatkan raihan medali dalam beberapa hari ke depan. Hasil hari pertama yang mencapai satu emas, satu perak, dan delapan perunggu menjadi modal awal dalam upaya memenuhi sasaran yang telah ditetapkan.